Penentu Keberhasilan Investasi

Ada beberapa aspek yang perlu diperhatikan agar investasi yang anda lakukan terencana dan mencapai hasil yang maksimal yaitu :

1. Biaya (Sumber Pendanaan Investasi)

Instrumen pendanaan investasi adalah berupa uang, namun ada beberapa syarat yang menjadikan uang itu layak untuk digunakan, yaitu :

  • Dana investasi bukanlah dana yang harus dipakai pada saat keadaan mendesak atau dana darurat. Jika anda belum memiliki dana darurat, maka sebaiknya anda mengalokasikan pendapatan anda terlebih dahulu untuk dana darurat. Menurut para pakar perencana keuangan, dana darurat atau emergency fund yang ideal adalah 3 kali pengeluaran bulanan untuk seseorang yang masih lajang atau single, 6 kali pengeluaran bulanan untuk pasangan muda tanpa anak, dan 12 kali pengeluaran bulanan untuk keluarga yang sudah memiliki anak.
  • Pastikan dana investasi adalah dana yang berasal dari pendapatan yang telah terproteksi. Contoh : Jika anda sebagai tulang punggung sumber pendapatan keluarga dan tiba-tiba anda memerlukan dana besar, seperti biaya rumah sakit, maka pendapatan anda pasti terganggu dan sangat mungkin akan berdampak pada investasi yang telah anda rencanakan. Oleh karena itu lakukanlah proteksi pendapatan terlebih dahulu, salah satu caranya adalah dengan memiliki asuransi. Sangat disarankan anda telah memiliki asuransi terlebih dahulu sebelum berinvestasi.
  • Jika anda telah memiliki dana darurat dan asuransi, maka selanjutnya adalah mengalokasikan dana untuk diinvestasikan. Cara terbaik mengalokasikannya adalah dengan mencatat biaya investasi sebagai pengeluaran bulanan yang harus dipotong terlebih dahulu setiap anda menerima pendapatan, cara ini sangat efektif dan powerfull. Dengan menganggapnya sebagai biaya keluar maka kita akan lebih disiplin dalam berinvestasi. Robert T. Kiyosaki, dalam bukunya Rich Dad Poor Dad mengatakan bahwa bayarlah diri anda terlebih dahulu. Ingat tujuan investasi anda, jika anda memotong diawal biaya investasi yang adalah untuk anda juga, maka anda telah membayar diri anda terlebih dahulu sebelum membelanjakannya. Sedangkan jika anda membelanjakannya terlebih dahulu, maka sesungguhnya anda sedang membayar orang lain terlebih dahulu.

2. Mutu (Kualitas Investasi)

Kesuksesan sebuah investasi sangat bergantung pada kualitas instrumen investasi yang kita miliki, secara khusus kita membahas saham, maka pemilihan saham sangatlah mempengaruhi imbal hasil yang akan kita peroleh. Kita akan belajar tentang kategori saham pada bab selanjutnya. Selain pemilihan saham, kualitas investasi juga ditentukan dari seberapa besar pengetahuan kita, untuk itu pastikan selalu mengutamakan edukasi sebelum investasi.

3. Waktu (Waktu Memulai Investasi)

Kapan waktu yang tepat untuk memulai investasi? Jawabannya tidak lain dan tidak bukan adalah sekarang. Sebagai contoh pada saham BCA berikut ini :

Dari tahun 2010, banyak orang selalu merasa bahwa saham BCA sudah terlalu mahal valuasinya, sudah terlalu tinggi dan akhirnya mereka memutuskan untuk tidak membelinya. Namun, kenyataannya harga saham BCA setiap tahun semakin meningkat, pada awal tahun 2015 harga saham BCA telah mencapai angka Rp. 13,200,- / lembar saham, yang artinya harga saham tersebut sudah naik 172,54 % dari tahun 2010 yang masih berada di harga Rp. 4,900,- waktu itu. Karena kenaikan yang sudah sangat tinggi dari tahun 2010 ke tahun 2015, kembali terjadi perdebatan tentang harga wajar saham BCA, sebagian orang masih merasa harga saham BCA terlalu tinggi dan menunggu kalau-kalau harganya akan kembali ke harga normalnya, mereka menganggap itulah saat yang tepat untuk membeli.

Apa yang terjadi? Harga saham tersebut malah naik terus hingga mencapai titik tertingginya sebesar 164,15 % dari tahun 2015 dengan harga tertinggi Rp. 35,200,- / lembar saham. Jadi total keseluruhannya, saham BCA mencatatkan pertumbuhan nilai sebesar 641 % dari awal tahun 2010 hingga awal tahun 2020. Jadi, apa yang dapat kita simpulkan? Bahwa waktu yang terbaik untuk berinvestasi adalah saat ini, tentunya setelah terpenuhinya 2 aspek sebelumnya terlebih dahulu, yaitu biaya (sumber pendanaan investasi) dan mutu (kualitas pengetahuan dan pemilihan saham yang tepat). Walaupun tidak semua saham sebagus kinerja bank BCA dan tidak semua saham cocok untuk diinvestasikan, namun pasar saham tetap dapat menghasilkan profit yang besar jika kita tahu cara yang tepat untuk berinvestasi dengan baik dan kita akan mempelajarinya sebentar lagi.

“The best investment you can make, is an investment in yourself. The more you learn, the more you’ll earn.”

WARRREN BUFFETT

Memulai Investasi

APA ITU INVESTASI ?

Kata “investasi” bukanlah hal yang terdengar asing lagi untuk sebagian orang, terlebih di jaman milenial ini. Hal tersebut didukung oleh data Bursa Efek Indonesia atau BEI yang mencatat bahwa sepanjang tahun 2019 perdagangan saham individu di dominasi oleh kaum milenial di bawah umur 30 tahun, sebesar 44,62%. Namun mirisnya, bagi sebagian orang lagi, investasi adalah hal yang mungkin jarang untuk diperbincangkan, bahkan lebih parahnya lagi masih banyak yang belum tahu dimana dan bagaimana caranya untuk memulai berinvestasi.

Pada dasarnya, jika diterjemahkan dengan bebas, maka investasi adalah melakukan sesuatu pada saat ini untuk mendapatkan hasil yang lebih baik di masa yang akan datang. Jika demikian maka banyak aspek di dalam kehidupan kita yang sebenarnya kita sedang berinvestasi di dalamnya, jadi berinvestasi bukanlah hanya soal uang. Contohnya jika kita menginginkan nilai yang bagus saat ujian maka kita harus berinvestasi waktu untuk belajar, dengan demikian kita mendapatkan hasil yang baik dimasa yang akan datang, dan jika kita ingin mendapatkan gaji yang baik maka kita berinvestasi di dalam tenaga dan pikiran untuk bekerja.

Dari ilustrasi tersebut maka kita dapat menarik kesimpulan, untuk mendapatkan hasil terbaik di dalam suatu investasi adalah dengan melakukan yang terbaik pada saat ini.Jika ada pertanyaan mengapa kita harus berinvestasi, maka jawaban yang paling tepat adalah kita tidak hanya hidup untuk hari ini, dan apa yang kita lakukan hari ini menentukan siapa dan jadi apa kita di esok hari. Warren Buffett, seorang investor legendaris pernah berkata, “jika kamu tidak menemukan cara untuk menghasilkan uang bahkan saat kamu tidur, maka kamu akan bekerja terus hingga kamu mati”. Yang menjadi pembeda antara kita yang esok dengan kita yang kemarin adalah kita yang hari ini, sehingga adalah bijaksana jika kita menggunakan waktu dengan baik dan segera melakukan investasi terbaik kita hari ini.